Beranda

Rabu, 04 November 2020

WORKSHOP VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN POWERPOINT

Sejak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) diberlakukan, upaya pembelajaran daring pun ditempuh dengan beberapa metode, alat, ataupun platform. Konferensi video melalui google meet dan zoom meeting dilaksanakan dan hasilnya masih belum optimal karena hambatan quota internet, sinyal internet yang kurang baik, dan masih ada siswa yang tidak mempunyai gawai yang mendukung.

Google Classroom dan optimalisasi komunikasi melalui Whatsaap akhirnya menjadi media atau platform yang paling mudah diakses oleh murid. Tetapi dengan berjalannya waktu ternyata respon siswa dalam pembelajaran kian menurun. Menurunnya respon murid dalam pembelajaran daring, ada kemungkinan rasa bosan dan jenuh dengan pembelajaran yang hanya melalui google clasroom dan penugasan. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan pembuatan media belajar daring berupa video yang menarik dan otentik dari guru. Apalagi bagi siswa kelas X yang belum seluruhnya mengenal Bapak Ibu Guru, video pembelajaran dengan menampilkan sosok wajah guru tentu akan sangat membantu.

Kemampuan guru untuk membuat video pembelajaran tentu menjadi sarat utama, sedangkan pada kenyataannya masih banyak guru yang belum menguasai aplikasi editing video. Powerpoint bisa menjadi salah satu solusi, karena kebanyakan guru sudah akrab dengan membuat media pembelajaran melalui powerpoint.

Optimalisasi menu "creat video" dalam aplikasi powerpoint sangat mempermudah guru untuk merekam narasi berupa audio visual di slide powerpointnya yang kemudian dapat disimpan menjadi file video dan dipublikasikan di Chanel YouTube yang akhirnya dapat dilihat dan dipelajari oleh siswa.

Kegiatan berupa pelatihan atau workshop pembuatan video pembelajaran dengan powerpoint oleh bapak ibu guru sudah selayaknya dilakukan. Kemampuan digital guru meningkat, karya berupa video pembelajaran tercipta dan siswa mendapat manfaatnya.

Tentu saja tidak mudah menggerakan guru yang tidak terbiasa bersentuhan dengan teknologi dan digitalisasi. Disinilah guru menjadi pembelajar sepertihalnya siswa, rasa malas, tidak percaya diri, tidak nyaman menjadi hambatan utama.

Dukungan dari Kepala Sekolah yang turun langsung di teknis pelatihan atau workshop menjadi dorongan motivasi awal yang luar biasa, sehingga tim pelatih dan bapak ibu guru bersemangat mengikuti pelatihan. Pendampingan yang sabar dan intensif dari tim pelatih menjadi kunci utama dalam membantu mengatasi berbagai masalah bapak ibu guru dalam membuat video pembelajarannya.

Upaya aksi ini lah yang dilakukan di SMA Negeri 1 Patimuan dibawah pimpinan Ibu Tunggu Biyarti, M.Pd. Target minimal Satu Guru Satu Video Pembelajaran diupayakan tercapai. Kemudian secara mandiri dan terbimbing bapak ibu guru meningkatkan kemampuan membuat powerpoint yang lebih baik sampai menjadi video pembelajaran dan dipublish di YouTube, sehingga siswa dapat mempelajarinya secara daring dengan senang melihat wajah bapak ibu gurunya sedang menerangkan materi.




1 komentar:

arsyadriyadi mengatakan...

Blog sebagai media literasi yang murah meriah yang terlupakan.