Beranda

Senin, 30 November 2020

UNIT PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING RUANG UNTUK MERDEKA BELAJAR

Guru Bimbingan Konseling (BK), salah satu unsur penting dalam pendidikan di Indonesia yang sering mendapat stigma negatif dikalangan murid atau pelajar bahkan mungkin dikalangan pendidik itu sendiri. Mulai dari jargon "polisi sekolah" sampai ke guru tak ada kerjaan. Berbagai upaya telah dilakukan agar stigma itu tidak lagi menempel di pribadi Guru BK, perubahan telah terjadi tetapi masih ada pula yang terjebak diam tak bergerak pada stigma negatif itu. Dan jelas faktor utama stigma tersebut masih saja melakat adalah dikarenakan kinerja Guru BK itu sendiri.

Padahal apabila Guru BK dapat sungguh-sungguh melaksanakan tugas sesuai landasan teori dan praktik profesionalnya, maka terbayang keindahan, kegembiraan, penuh makna dan berwarnanya kehidupan belajar para pelajar Indonesia. Karena sejatinya pijakan dasar teori dan praktik bimbingan konseling adalah penghargaan pada keunikan tiap pribadi anak yang beraneka ragam.

Sebuah mimpi atau harapan keindahan, kegembiraan, penuh makna dan berwarnanya kehidupan belajar para pelajar itu yang saat ini digaungkan dalam konsep "Merdeka Belajar" sudah sepantasnya dapat diwujudkan, dan kinerja atau upaya dari Guru BK itu punya peranan penting untuk merealisasikannya.

Dalam upaya untuk merealisasikan impian atau harapan tersebut Guru BK diharapkan adpatif dengan perubahan alam dan zaman. Anak atau murid sekarang sudah sangat berbeda dengan murid pada tahun-tahun sebelumnya. Pola kerja pun berubah, tak lagi mengandalkan bekerja sendiri menjadi "Superman", saat ini kolaborasi adalah kata kunci dari perubahan. Bukan lagi berusaha menjadi "Superman" tetapi berusaha menjadi "Super Tim".

"Super Tim" dalam bimbingan konseling itu dapat diwujudkan melalui pembentukan unit organisasi di bawah naungan organisasi induk sekolah. Apabila merujuk pada buku panduan dan kode etik profesi bimbingan konseling yang diterbitkan oleh Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN), unit organisasi tersebut dinamakan Unit Pelayanan Bimbingan Konseling (UPBK).


Unit Pelayanan Bimbingan Konseling yang saat ini aktif melaksanakan kegiatannya pun sudah seharusnya adapatif terhadap perubahan alam dan zaman. UPBK harus melakukan transformasi menjadi sebuah ruang yang tidak hanya melayani kebutuhan perkembangan murid sesuai standar baku pelayan, tetapi harus juga menjadi ruang bersama untuk menggali potensi murid, menjadi wadah atau ruang yang asik bagi murid untuk bereksplorasi cerita, rasa dan karya mereka. Menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran untuk memahami realitas kehidupan yang beragam, sehingga murid minimal mampu memahami keberagaman itu merupakan warna kekayaan Indonesia, bukan memaknai keberagaman itu menjadi potensi perpecahan tetapi memaknainya menjadi potensi persatuan yang dapat membahagiakan dan membanggakan.

Karena UPBK ini adalah sebuang ruang bersama, maka konsep awalnya pun semestinya digagas bersama-sama. Terutama adalah melibatkan ide-ide dari murid itu sendiri, menggali pendapat mereka tentang UPBK yang seperti apa yang diinginkan oleh mereka, kemudian diselaraskan pula dengan pendapat dari seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di sekolah dan lingkungan sekitar. Disinilah kolaborasi menjadi unsur penting selanjutnya, berupaya bersama menjadi sebuah "Super Tim" mewujudkan merdeka belajar, menuju profil Pelajar Pancasila.


UNIT PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING
RUANG KITA UNTUK MERDEKA BELAJAR


Ruang Kita untuk membaca, berdiskusi, coaching clinic, bioskop mini, menampilkan karya, membentuk komunitas belajar, berpuisi, bermain musik,membaca buku sambil santai minum dan menikmati cemilan, berseni peran, menggali potensi sebagai bekal untuk masa depan, dan menghargai perbedaan.
















 


Tidak ada komentar: